Reaksi Tubuh Terhadap Gas CO (karbon monoksida) dan N (Nitrogen) Apabila Memasuki Tubuh
CO (karbon monoksida) merupakan gas sisa bahan bakar fosil yang tidak terbakar sempurna. Gas ini terdapat di udara bebas sebagai polutan dan tidak termasuk gas penyusun atmosfer seperti halnya N (nitrogen). Bila CO terhirup masuk ke dalam tubuh maka reaksi yang terjadi adalah CO berikatan dengan Hb (hemoglobin) dan masuk ke dalam sirkulasi darah menggantikan posisi O2. Reaksi yang seharusnya terjadi antara O2 dengan Hb membentuk senyawa oksihemoglobin (O2 + Hb ----> OHb). Namun, saat CO masuk ke dalam tubuh maka Hb cenderung mengikat CO untuk membentuk senyawa karboksihemoglobin (CO + Hb ----> COHb). Ikatan CO + Hb lebih stabil daripada O2 + Hb sehingga Hb lebih mudah mengikat CO dan menyebabkan fungsi vital darah sebagai pengangkut O2 terganggu. Selain itu afinitas Hb terhadap CO jauh lebih besar daripada O2. Apabila kadar gas CO terlalu banyak terhirup maka akan terjadinya keracunan gas CO akibat suplay O2 ke seluruh jaringan tubuh terhambat. Tetapi, apabila kadar O2 di udara bebas lebih banyak daripada CO, maka keracunan gas tidak terjadi karena suplay O2 ke seluruh jaringan tubuh tidak terhambat.
N (nitrogen) merupakan salah satu unsur pembentuk atmosfer. N dihirup bersama dengan O2 ke dalam tubuh melalui proses inspirasi namun tidak ikut bereaksi karena N merupakan gas inert (tidak memberi banyak pengaruh terhadap reaksi kimia) dan secara kimia tidak mampu diikat oleh Hb untuk masuk ke dalam aliran darah. N melarutkan O2 dalam campuran udara bebas dan menjadikan udara aman untuk dihirup. O2 yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan untuk proses metabolisme sel, sedangkan N akan dilepaskan ke udara bebas.
Referensi:
Wardana, Wisnu Arya. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Penerbit Andi Offset: Yogyakarta.
id.wikipedia.com/gas-inert/
ivanajane9.wordpress.com/tag/bahaya-nitrogen/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar