MAKALAH DASAR – DASAR BIOTEKNOLOGI
TRANSLASI
OLEH
Astri
Wulandari
1302101010133
FAKULTAS
KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Genetika adalah
ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat dan keragaman ciri suatu
organisme, baik organisme uniseluler maupun maupun multiseluler.
Unsur pembentuk
utama materi genetik adalah protein. Senyawa protein mampu disintesis oleh
tubuh. Polipeptida disintesis secara bertahap, mulai dengan asam amino terminal
N dan berakhir pada asam amino terminal C (Goodenough, 1984). Dengan cara yang
serupa, mRNA yang memerintahkan urutan polipeptida dibaca oleh apparatus yang
mensintesis protein dalam cara bertahap, satu kodon setiap saat, mulai dari
atau di dekat ujung 5’ dan berjalan menuju ujung 3’. Masing-masing kodon pada
molekul mRNA terdiri atas tiga nukleotida (triplet).
Dua langkah
utama dalam sintesa protein adalah transkripsi dan translasi. Transkripsi
adalah proses pencetakan mRNA dari DNA oleh enzim RNA polymerase. Dalam sebuah
gen, hanya satu untai DNA yang ditranskripsi menjadi mRNA (Susan, 2007).
Langkah selanjutnya yaitu translasi yang akan dibahas dalam makalah berikut.
1.2 Rumusan Masalah
a.
Apa definisi
translasi?
b.
Bagaimana proses
translasi terjadi dalam sintesa protein?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui salah satu
proses sintesa protein, memahami peristiwa-peristiwa yang terjadi pada proses
translasi dan produk akhir dari translali.
Sedangkan manfaatnya ialah dengan mengetahui proses
translasi, maka akan lebih mudah memahami apa saja enzim yang berperan, produk
yang terbentuk, dan proses sintesa protein secara keseluruhan beserta hasil
akhir dari sintesa protein.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Bahan
Genetik
Bahan
genetik makhluk hidup terdiri dari DNA (deoxyribonucleic
acid) dan/atau RNA (ribonucleic acid).
Kromosom sel dibentuk dari DNA. Di dalam struktur DNA tersandikan informasi
bagi sintesis semua protein sel. Segmen-segmen yang mempunyai ciri tersendiri
pada DNA atau kromosom, disebut gen, menyandikan masing-masing protein.
Informasi ini diteruskan dari sel ke sel melalui proses replikasi DNA.
RNA
menyerupai DNA tetapi tidak sama. Fungsinya ialah mengolah informasi yang
disandikan di dalam DNA bagi sintesis protein melalui transkripsi dan translasi.
2.2 Struktur RNA
Biasanya berutasan tunggal (single
helix). Komponen gula yang membentuk RNA adalah ribose. Basa nitrogen
pirimidin yang dijumpai pada nukleotida yang membentuk RNA ialah urasil dan
bukan timin. Jumlahnya dalam sel berubah (tidak tetap).
Terdapat
tiga jenis RNA yaitu:
a.
RNA d/m : berperan dalam mentranskripsi kode-kode
genetik dalam DNA
menjadi kodon.
b.
RNA t : mentranslasi kode genetik kodon menjadi
anti kodon, juga
berfungsi mengangkut asam amino ke ribosom.
c.
RNA r : mengatur sintesa protein.
2.3 Translasi
Translasi pada
sintesis protein mengacu pada fase perakitan protein dalam sel di mana RNA
diterjemahkan untuk menghasilkan rantai asam amino. Tahapan translasi ada tiga,
yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.
a.
Inisiasi
Inisiasi
adalah proses menempelnya ribosom unit kecil pada bagian ujung 5’ dRNA pada kodon start atau kodon inisiasi (AUG)
pertama dan mulai mentranslasikan sekuens ribonukleatidanya menjasi sekuens
asam amino protein. Translasi sebagian besar protein diawali oleh kodon start
5’ AUG 3’, yang menspesifikasikan asam amino metionin. Antikodon 3’ UAC 5’ tRNA
berpasangan dengan kodon 5’ AUG 3’ komplementer pada mRNA.
b. Elongasi
Elongasi
adalah proses penyusunan rantai polipeptida yang dibawa oleh tRNA. Mula-mula
formilmetionil-tRNA menancap pada tempat asam amino (A) di-50S ribosoma.
Ribosoma bergerak ke kanan (atau mRNA ke kiri) maka tRNA dengan muatannya
dipindah ke tempat peptide (P). Lalu bagian A akan ditempati oleh
aminoasil-tRNA lainnya sesudah kodon AUG. Pengikatan ini memerlukan GTP dan
faktor Tu ( atau S3) atau Ts (atau S1).
Tahap
berikutnya adalah pembebasan tRNA dari tempat P dan tRNA yang memuat peptida
yang terbentuk akan pindah ke tempat P (translokasi). Sesudah translokasi, tRNA
lain dengan asam-aminonya akan menempati A dan proses pembentukan ikatan
peptida dan translokasi berulang lagi.
c. Terminasi
Terminasi
adalah proses pemberthentian pembuatan rantai polipeptida dan kemudian
dilepaskan dari ribosom. Setelah ribosoma menjumpai kodon isyarat di tempat A,
maka proses pembuatan peptida berhenti. Kodon ini adalah UAA, UAG, dan UGA.
Kemudian peptide yang telah lengkap disintesa, akan lepas dari ribosom. Ribosom
sendiri akan memisahkan diri dalam sub unit dengan pertolongan faktor F3.
Gambar 1.
Tahapan Translasi
Tabel 1. Asam-Asam Amino
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bahan genetik adalah DNA dan RNA. Sandi genetis dibawa oleh DNA dan
dihantarkan dari generasi ke generasi melalui replikasi DNA. Penggunaan sandi
genetis di dalam produksi protein melibatkan dua tahap yaitu transkripsi dan
translasi.
Transkripsi
ialah pemindahan informasi dari DNA ke RNA. Sedangkan translasi adalah
penerjemahan informasi ini dari RNA menjadi protein. Tahapn translasi ialah
inisiasi, elongasi, dan terminasi.
3.2 Saran
Saran saya agar informasi mengenai gentika
mikroorganisme ini diperdalam lagi sehingga dapat kita terapkan dalam kegiatan
yang bermanfaat seperti klasifikasi taksonomi bakteri, dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Elrod, Susan dan William Stansfield. 2007. Genetika Edisi Keempat. Penerbit
Erlangga : Jakarta.
Goodenough, Ursula. 1984. Genetika
Edisi Ketiga. Penerbit Erlangga: Jakarta.
Patriadi Nuhriawangsa, Adi Magna, dkk. 2005. Mikrobiologi Peternakan.
Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret:
Surakarta.
Pelczar dan Chan. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penterjemah: UI Press: Jakarta.
Schlegel, H. S., 1994. Allgemeine
Mikrobiologie. Penterjemah: R. M. T. Baskoro
dan
J. R. Wattimena. UGM Press, Yogyakarta.
Sumarsih, Sri.2003.Mikrobiologi
Dasar.Fakultas Pertanian Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran”:Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar